Kali ini saya akan nge-post salah satu cerpen karya gue sendiri... :p kelihatannya agak garing dan gampang ditebak (biasa-biasa aja sih hehe) tapi, coba aja deh dibaca. Sempet aja mewek hehe... Cerpen ini bersambung yah.. oke cekidott!!!! :D
Setelah Kepergianmu
Pagi yang sangat cerah, matahari yang
menampakkan cahayanya, menyilaukan sinar keindahannya menusuk kaca jendela
kamar seorang cowok. Selasa. Ya. tepatnya pada hari ini, adalah hari pertama
MOS difan. Cowok yang baru saja lulus dari SMP dan sekarang menginjak bangku
SMA itu masih saja tertidur pulas tanpa memperdulikan alarm yang berbunyi di
meja dekat tempat tidurnya. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 07.00,
sedangkan difan dianjurkan agar sudah berada disekolah barunya tepat pukul
07.30.
Terdengar dari luar pintu kamar,
suara seorang wanita yang sejak tadi mengetok-ngetok pintu difan dengan maksud
untuk membangunkan difan. Tetapi, difan tidak kunjung bangun. Tanpa berpikir
panjang, wanita tersebut yaitu Sonya yang merupakan kakak dari difan, mengambil
kunci cadangan pintu kamar difan. Diambilnya segera kunci cadangan itu, dan
membuka pintu kamar difan kemudian membuka gorden hingga silau matahari dari
luar terkena ke mata difan sampai difan terbangun dari tidurnya.
Difan yang langsung bangun melihat
alarm yang berbunyi didiatas meja dekat kasurnya, dan terkaget ketika jam telah
menunjukkan pukul 07.00
“Astaga, sudah jam 07.00, aku
terlambat” difan.
“Kamu sih,tidur udah kayak kebo
kekenyangan, dari tadi pintu digedor-gedor juga, gak bangun-bangun, dengan cara
pintas,kakak buka pintu kamar kamu dengan kunci cadangan untuk bangunin kamu,
kalau bukan dengan cara begini, mungkin kamu sudah tidak ikut hari pertama MOS
kamu, sudah sana mandi terus sarapan, kaka udah nyiapin segalanya” kak Sonya.
“Aaaaa kakak ku ini memang kakak yang
paling tercantik terbaik udah kayak bidadari tapi jarang mandi wkwkwk” ejek
difan
“Eh kamu tuh yah, udah syukur kakak
nyiapin semua. Bukannya ngasih ucapan terima kasih kek atau apaan kek malah
ngejek, kalau bukan kakak siapa lagi yang mau nyiapin semua kebutuhan kamu?
Orang tua kita sudah tidak ada lagi didunia ini”
*Orang tua Difan dan Kak Sonya memang
sudah meninggal setahun yang lalu, karna kecelakaan pesawat.*
“Iya kakakku tercinta maaf deh,
makasih yah kakak sayangggg” difan sambil cengengesan
“Issshhh, sana jangan banyak bacot.
Mandi buruan sana, nanti terlambat, dihukum? Baru tau rasa!!!” kak Sonya
Difan bergegas mengambil handuk dan
mandi. Setelah berpakaian lengkap dengan dandanan ala-ala MOS. Difan duduk
dimeja makan mengambil sesendok nasi goreng dan dimakannya.
Setelah sarapannya selesai, difan
berangkat kesekolah barunya dengan mengendarai Kawasaki merah kesayangannya
pemberian dari ayah tercintanya yang kini sudah damai dialam sana.
Untung saja, difan tiba disekolahnya
tepat pada pukul 07.30 dan tidak terlambat, diparkiran ia sudah ditunggui oleh
4 sahabatnya sejak masih TK (ingusan) yang masih setia menemaninya sampai
sekarang. Yaitu, Fina yang sangat lembut,cantik,menawan,pintar,dan baik banget.
Ada BonBon si gendut yang hobinya makan. Evan yang cool dan kePDeannya maximal,
dan ada Feby yang manis tapi tomboy nan gokil. Mereka semua adalah sahabat sejati
sehidup semati selamanya Difan.
Hari pertama MOS sekolah menengah
difan bersama kawan-kawannya, terlihat sangat seru dan melelahkan, terlebih
lagi tadi terjadi insiden antara Feby dan seorang kakak senior. Untung saja,
masalah mereka tidak berkelanjutan.
Sepulang MOS, difan,fina,feby,bonbon
dan evan berkunjung ke Warung Kopi sekaligus tempat Wi-Fi bu Minah yang
merupakan tempat nongkrong mereka sejak kelas 1 SMP untuk beristirahat sejenak sambil ngenet.
Terlihat disitu kebersamaan dan keceriaan mereka. Mereka menceritakan seluruh
pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki dibangku Sekolah Menengah dengan
kegiatan Masa Orientasi Siswa mereka. Mereka bercerita sambil tertawa
terbahak-bahak.
Sesekali Difan melirik kearah Fina,
Difan memang sudah memiliki rasa yang berbeda ke Fina semenjak mereka duduk
dibangku kelas 2 SMP. Difan terus memandang wajah Fina sambil tersenyum
ditengah-tengah perbincangan sahabat-sahabatnya. Tanpa disengaja, Fina juga
langsung membalikkan wajahnya kearah Difan dan mendapati Difan yang sejak dari
tadi memandangi Fina, Fina membalasnya dengan senyum yang sangatlah Cantik.
2 jam berlalu
…………………………………………………………………………..
Mereka memutuskan untuk berpisah di
Warkop dan pulang kerumah masing-masing. Evan,Bon-bon dan Feby meminta Difan
untuk mengantarkan Fina pulang kerumahnya. Karena Bon-bon pulangnya boncengan
bareng dengan Feby, sedangkan Evan hanya memakai sepeda.
Difan yang tanpa basa-basi langsung
mengantarkan Fina pulang, tetapi sebelum mengantar Fina pulang, Difan mengajak
Fina terlebih dahulu mengajak Fina untuk mengelilingi kota Jogja yang sangat
indah dan sejuk. Setelah menyusuri kota Jogja, Difan pun mengantar Fina pulang
sampai didepan rumahnya.
*Setiba didepan pintu gerbang rumah
Fina*
“Makasih yah tumpangannya dif..” Fina
“Kayak orang baru kenal aja sih fin,
sama-sama..”Difan
“Makasih juga udah ngajakin keliling
Kota Jogja, seru, kapan-kapan ajak lagi yah hehe” Fina tersipu malu
“Kamu seneng? Oke fin besok-besok
kita jalan lagi yah”Difan
“Serius diff???”Fina
“Dua rius malah, apapun akan
kulakukan untuk kamu..”Difan
“Hihi bisa aja sih difan gombal” Fina
sambil menjulurkan lidahnya
“Hehe ini serius malah dikatain
gombal, yaudah fin sekarang kamu masuk, cuci badan sama istirahat”Difan
“Oke bos,selamat malam” Fina
*Difan pun pulang*
………………………………………………………………….
*Setiba Difan dirumahnya*
“Assalamualaikum.. Difan pulang…..”
Difan yang tiba langsung tergeletak disofa ruang keluarga
“Sudah pulang kamu?? Sana cuci badan
terus makan, kakak udah nyiapin makan malam untuk kamu daritadi” Kak Sonya
“Wahh,pasti kakak sudah nunggu
daritadi, okelah adikmu yang paling ganteng ini segera mandi hahaha” Difan
“Iyalah daritadi,cepetan keburu
makanannya dingin tuh, kakak juga udah laperrrrrr” Kak Sonya
*Beberapa menit kemudian*
Difan selesai membersihkan badannya
dan langsung keruang makan yang disana sudah ada kakaknya, mereka berdua makan
bersama.
Setelah makan, Difan merasa bosan
karna Ia tidak melakukan apa-apa. Ia berpikir untuk menelpon Fina, Ia langsung
mengambil ponselnya dimeja belajarnya dan langsung menelpon Fina.
*Kring kring……kringgg….kringgg…*
*Fina yang baru saja selesai mandi
langsung mengambil ponselnya dan melihat ternyata Difan yang menelponnya, Fina
sangat gembira dan langsung menjawab telpon dari Difan*
“Assalamualikum fin..”Difan
“Waalaikum salam diff, ada apa??”Fina
“Gak ada apa-apa kok, kamu lagi
apa?”Difan
“Ini baru selese mandi, kamunya?”Fina
“Baringan aja fin..”Difan
*mereka berdua asik telponan sampai
sejam berlalu*
“hmmmm…. Udah malem banget fin,
sebaiknya kamu tidur sekarang, besok harus cepet cepet kesekolah” Difan
“iya dif, ini juga udah ngantuk
banget..”Fina
“yaudah sekarang kamu tidur
yah..”Difan
“Siap bos”Fina
“awas yah begadang..”Difan
“nggak deh..”Fina
“yaudah sekarang tidur,baca doa
dulu,jangan lupa mimpiin aku hehe..”Difan
“hussshhh bisa aja kamu,gomballlll
hahaha”Fina
“Nggak, ini serius pake banget diatas
banget, yaudah telfonnya aku tutup, selamat tidur fin assalamualaikum”Difan
“Kamu juga yah dif,
waalaikumsalam..”Fina
………………………………………………………………………………..
*istirahat -> kantin sekolah*
“Wei bro sista” Evan mengangetkan
teman-temannya yang sedang makan bersama dikantin.
“apa sih evan bikin gue hamper
jantungan aja” Feby sedikit marah
“iya nih, gue aja hamper keselek
bakso” BonBon Menyahut
“Hehehe.. sorry brother.. Btw gue mau
ngabarin sesuatu nih,penting banget” Evan berkata
“Kabar apa emangnya sampai penting
amatt?” sahut Difan
“Gini nih, 2 minggu kedepan bakalan
ada pentas seni disekolah tercinta kita ini, ada juga pengadaan penggelangan
dana untuk anak yatim piatu gituh… gimana?”
“wahh, oke tuh. Bagusnya kita buat
apa nih???” Feby dengan sangat antusias
“Kalau menurut gue nih, kita bagus
jual barang-barang kita yang sudah tidak kita pake lagi, tapi barangnya masih
bagus,berkualitas,dan masih berguna juga bagi orang” Usul Fina
“Ide bagus tuh” BonBon
“Nah boys, kita ngeband yok? Hahaha”
Evan
“Boleh juga tuh” Difan
Tiba-tiba fina terlihat sangat pucat
dengan perasaan yang sangat tidak enak, dia meminta izin kepada teman-temannya
untuk ke toilet beberapa menit
“Guys, gue ke toilet dulu yah
sebentar..”
“Cepetan baliknya..” BonBon,Evan,Feby
Difan yang sangat khawatir melihat
Fina yang amat pucat memutuskan untuk mengikuti Fina menuju ke toilet, Difan
sangat terkejut melihat Fina yang mimisan sambil memgang kepalanya. Tampaknya
kepala Fina sangat sakit.
“Ya Allah, ada apa dengan Fina? Apa
dia sakit? Baru pertama kalinya aku melihatnya mimisan seperti ini” Difan
berbicara didalam hati
Sebenarnya Fina telah menderita
penyakit Leukimia sejak kelas 6 SD. Tapi, dia tidak memberitahukan kepada
teman-temannya karena dia tidak ingin teman-temannya khawatir akan dia. Dia
merahasiakan semua ini rapat-rapat, hanya orang tuanya saja yang mengetahuinya.
*keluar dari toilet*
“loh dif, kok kamu disini?” Tanya
Fina
“Engg… engg.. enggak kok, aku khawatir banget liat kamu pucat, terus aku lihat kamu mimisan. Ada apa denganmu fin? Kamu sakit?” Tanya balik Difan dengan deg-degan
“Engg… engg.. enggak kok, aku khawatir banget liat kamu pucat, terus aku lihat kamu mimisan. Ada apa denganmu fin? Kamu sakit?” Tanya balik Difan dengan deg-degan
“Hmmm.. nggak kok dif, aku Cuma
kurang tidur dan kecapean aja makanya sampe mimisan kayak gini, maaf buat kamu
khawatir.” Jawab fina berbohong
“Benar fin?” Tanya difan lagi
“Sumpah difan, aku gak bohong, kamu
gak percaya aku?” Jawab fani ditambah dengan senyuman
“Bukannya nggak percaya finn, aku
khwatir banget, aku takut kamu kenapa-kenapa, aku sayang banget sama kamu, aku
nggak mau kehilangan kamu” Difan dengan rasa khawatirnya
“Ha?” Fina terkejut
“Iya fin, aku sudah mendem perasaan
ini sejak kita masih kelas 2 SMP, aku sayang banget sama kamu” Difan
menggenggam kedua tangan Fina
“Diff….” Fina
“Pokoknya aku gak mau kenapa-kenapa, mulai sekarang aku akan ngejagain kamu dan selalu disampingmu” Difan
“Pokoknya aku gak mau kenapa-kenapa, mulai sekarang aku akan ngejagain kamu dan selalu disampingmu” Difan
Fina hanya membalasnya dengan
senyuman
Sejak saat itu, mereka berdua telah
terikat dalam sebuah hubungan, sahabat-sahabatnya juga telah mengetahuinya dan
merestui mereka berdua.
…………………………………………………………………………………….
*hari pensi dan penggelangan dana*
“Wah, barang-barang yang kita jual
sudah ludes semua, hasilnya lumayan buat adik-adik yang yatim piatu” BonBon
“Alhamdulillah” Difan dan fina
“Kan jualan kita udah habis tuh, yok
kita setor uangnya terus kita masuk nonton kakak kelas yang lagi menari” Evan
“Ayuk….” Difan,Fina,Feby,BonBon
Mereka sementara asik nonton acara
pensi, tiba-tiba Fina mimisan lagi dan jatuh pinsan, orang-orang disana
langsung saja khawatir dan langsung membawa Fina kerumah sakit
*Tiba dirumah sakit*
Keluarga Fina datang dengan wajah
yang amat sangat ketakutan dan kekhawatiran yang begitu mendalam akan Fina.
Mereka melihat Fina yang sedang dalam keadaan kritis di UGD. Tampak Ibu dan
Ayah Fina yang menetaskan air mata melihat anaknya tercinta, kekhawatiran
sahabat-sahabat fina makin menjadi-menjadi terlebih lagi dengan kekasihnya,
Difan.
“Om, Tante, sebenarnya Fina kenapa??
Kok jadi kritis gini???” Tanya BonBon sambil menangis
“Iya om,tante, fina kenapa? Kenapa?”
Feby bertanya
Ibu dan Ayah Fina masih belum bisa
menjawab pertanyaan sahabat-sahabat anak semata wayangnya itu.
“Om,tante, fina sebenarnya sakit apa?
Kami sangat khawatir, kami mau om dan tante terus terang kepada kami, kami
mohon om,tante..” Tanya Difan sangat sedih
“Sebenarnyaa….”
“Sebenarnya apa om?” Evan
“Sebenarnya Fina sudah menderita
penyakit Leukimia sejak ia kelas 5 SD. Dia sudah stadium 3, dia tidak ingin
memberitahukan hal ini kepada kalian, dia gak mau kalian khwatir dengan keadaan
dia” Jawab Ayah Fina disertai dengan isak tangisnya
“Jadi selama ini……………… Ya Allah
lindungilah sahabatku” Evan,BonBon dan Feby terkejut dan semakin bersedih
Difan masih sangat shock dengan
penyakit yang diderita kekasihnya. Ia tidak habis piker jika kekasihnya itu
sudah tidak memiliki umur yang panjang lagi. Ia bisa gila jika Fina tidak ada
lagi dalam hidupnya, ia merasa sangat terpukul
*4 jam menunggu*
………………………………………………………………………………..
BERSAMBUNG..........